Formulir Kontak
Posted by : Unknown
Senin, 08 Februari 2016
“ Kamu yang di baris kelima paling pojok, sini maju ke atas
panggung” gumam pemateri, sembari menunjuk ke arah gue.
Gue dengan pedenya bergerak maju ke
arah panggung.
Dan sekarang, gue berdiri didepan 300 Mahasiswa baru, dan gue merupakan perwakilan
dari mereka, untuk menutup acara orientasi dikampus.
Huft..
Tiba – tiba suasana atmosfer berubah jadi dingin, kayak
bakalan ada bidadari mau menemui gue, menepuk pundak gue dan bilang.. “ dasar
banyak gaya, mampos lo! muehehehehe sambil tersenyum jahat”
Aw shit! ini gak gak keren sama sekali. Apa yang harus gue
omongin di depan 300 kepala, yang terlihat mengancam ke gue.
Apa gue harus ngomongin cuaca?
“ Wah, Ac di auditorium terasa dingin ya? Padahal hari ini
matahari bersinar cerah”
Apa gue harus memuji manja?
“ Mbak yang dipojok sana keliatan cantik, sini maju kedepan
bareng aku. Kayaknya kita serasi deh.”
Apa gue harus tanya kabar mereka, kabar keluarga mereka,
kabar mantan – mantan mereka.
Ah, itu gak mungkin. itu gak lucu!.
Waktu itu, gue bener –
bener tertekan, waktu udah menunjukan pukul 4 sore. 300 maba memandang ke
arah gue, mereka seakan – akan mempunyai niat buruk untuk menodai kesucian gue
ini.
DUH GUSTI, AMPUNI DOSA HAMBA..CEPET BANGUNIN HAMBA DARI
MIMPI BURUK INI...
Kepala gue noleh kanan – kiri sembari mencari kamera, Dan
berharap ini Cuma acara televisi kemudian datang vincent dari jauh dan bilang “selamat
datang di Ups salah!” .
Hmm..
Ingin rasanya pura – pura mati, hilang ingatan seketika
ataupun pura – pura kesurupan atau bisa ketiganya sekaligus. Pura – pura mati,
kemudian hilang ingatan dan diakhiri dengan kesurupan. Itu bakalan lebih seru. Gue malu, nervous. Padahal ac di auditorium
cukup dingin kok badan gue keringetan.
Tiba - tiba
“ Perkenalkan nama kamu, jurusan, cita – cita, tanggal
lahir dan asal ” tanya pemateri
sembari meminta salaman ke gue.
Gue segera mengambil mic dari standnya. Tangan gue udah
basah karena keringet, sebelum salaman gue harus mengelapnya
ntar malah dikira abis ngelakuin sesuatu // if you know what i mean? .
Gue mencoba tetap tenang, salaman dan mengucapkan dengan lantang :
Nama : Eri nugroho
Jurusan : PGSD
Cita – cita : Menyelamatkan dunia sebagai SBH Guru
Tanggal lahir : 7 September
Asal : Planet namex Purwokerto
Oke gue nyelesein pertanyaan pertama dengan baik dan normal.
“ Oke good job! Gue emang jenius! Bravo! Tenang masih ada phone a friend sama ask the audience “
“ Wah dari purwokerto ya? Ngapak – ngapak”
“ hooh bu ”
Shit, perasaan gue mendadak
gak enak, kayaknya bakal ada
kejadian buruk menimpa gue dalam 5 menit..
Pemateri memandang ke
arah gue, dan menanyakan sesuatu.
“ Menurut anda, setelah mengikuti orientasi di kampus..apa
efeknya bagi anda sendiri?”
Hmm, Gue inget suatu
iklan. Saat itu, Gue gak bisa
berpikir jernih , sehingga apa yang gue pikirkan langsung keluar dari mulut.
Sebelum saya mengikuti acara orientasi kali ini saya gak punya teman..Setelah mengikuti acara orientasi gue udah punya teman....Terimakasih acara orientasi..
SHIEET!
Gue diketawain setidaknya 300 mahasiswa baru. Dan itu gak
keren sama sekali. Ingin rasanya,
njelasin bahwa yang bilang tadi tuh bukan gue, tapi ... *langsung kesurupan*.
Untungnya waktu itu gue berpikir tentang iklan. Coba
bayangin, apa yang terjadi jika waktu itu gue berpikir mesum. Coba bayangin.
Walaupun agak malu, semenjak saat itu nama gue mulai
dikenal.
Acara orientasi berjalan lancar, saat keluar dari
auditorium, banyak cewe yang nepuk pundak gue. Mencoba kenalan tapi malu, guenya
yang malu.